Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) dan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) melakukan lawatan ke Yordania untuk menjajaki pembentukan House of Indonesia di Amman, Yordania. House of Indonesia tersebut akan berfungsi sebagai pusat promosi produk-produk unggulan Indonesia di Yordania untuk menggenjot ekspor Indonesia ke Yordania dan mengurangai defisit perdagangan.
Sebagaimana dimaklumi, selama ini Indonesia selalu mengalami defisit perdagangan dengan Yordania, mengingat Indonesia mengimpor fosfat dalam jumlah yang sangat besar untuk mengembangkan industri pupuk tanah air. Dalam mendukung rencana tersebut, KBRI Amman memfasilitasi business matching antara IJBC dan HIMKI dengan Asosiasi Furniture Yordania pada Senin, 26 Februari 2018 di KBRI Amman.
“KBRI Amman akan terus berperan aktif untuk meningkatkan diplomasi ekonomi Indonesia di negara akreditasi dan mencari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara sahabat. Pembentukan House of Indonesia ini juga selaras dengan misi KBRI untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia, termasuk furniture dan kerajinan," demikian ditekankan oleh KUAI KBRI Amman Ary Raharjo saat membuka business matching.
Wakil Presiden IJBC, Bakti Luddin, juga menegaskan bahwa IJBC akan terus memaksimalkan fungsinya untuk memfasilitasi kerja sama antara kalangan bisnis Indonesia dan Yordania. Kali ini, IJBC menggandeng HIMKI untuk mewujudkan rencana pengembangan kerja sama Indonesia-Yordania melalui pendirian House of Indonesia.
Sekretaris Jenderal HIMKI Abdul Sobur dalam bagiannya menjelaskan bahwa HIMKI juga bermaksud menjadikan Yordania sebagai hub untuk mengekspor produk-produk mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Turki, dan negara-negara Timur Tengah lainnya yang telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Yordania.  
“Produk-produk setengah jadi Indonesia dapat didatangkan ke Yordania untuk dilakukan pengolahan akhir (finishing) dan diekspor ke pasar-pasar Amerika Serikat, Uni Eropa serta negara-negara Timur Tengah lainnya. Bahkan, pasar non-tradisional seperti negara-negara Afrika juga dapat menjadi target pemasaran," tegas Abdul Sobur.
Sekjen HIMKI juga mengundang para pengusaha mebel Yordania untuk menghadiri pameran mebel dan kerajinan terbesar di Indonesia, IFEX, yang akan diselenggarakan pada tanggal 9-12 Maret 2018.             
Presiden Jordan-Indonesia Business Council (JIBC) Abdullah Al Soudi dan Ketua Asosiasi Furniture Yordania Sharaf Al Hayajneh, yang hadir dalam business matching tersebut menyambut baik gagasan dan inisiatif IJBC dan HIMKI untuk mengembangkan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang furniture dan kerajinan. Keduanya menyatakan siap untuk melakukan kerja sama guna merealisasikan rencana pembentukan House of Indonesia di Amman.
Berdasarkan data dari www.trademap.org, nilai ekspor furniture (HS 9403) Indonesia ke Yordania tahun 2016 hanya sebesar USD 363 ribu, atau turun 48% dari tahun 2015 yang mencapai USD 694 ribu. Dibandingkan dengan negara-negara pesaing utama, maka nilai ekspor produk furniture Indonesia tersebut sangat kecil. Pada tahun 2016, Yordania mengimpor produk furniture terbanyak dari Tiongkok yang mencapai USD 31,45 juta, diikuti oleh  Turki (USD 10,08 juta), Amerika Serikat (USD 7,68 juta), Italia (USD7,03 juta), dan Spanyol (USD 3,92 juta). Bahkan dibandingkan dengan Malaysia (USD 2,19 juta) dan Vietnam (USD 1,03 juta), nilai ekspor furniture Indonesia ke Yordania masih jauh tertinggal. Untuk itu, strategi yang jitu serta terobosan-terob osan baru perlu dilakukan untuk meningkatkan ekspor furniture Indonesia ke Yordania. - KBRI Amman