Jakarta – Pameran International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) dan pameran Woodworking Machinery (WOODMAC) mempersiapkan industri untuk meciptakan hasil produksi dan kinerja manufaktur yang lebih baik dengan menerapkan teknologi dan solusi baru yang dihadirkan pada pameran tahun ini.

Sebagai pameran dagang terpenting di Indonesia untuk pengadaan komponen manufaktur furniture, kerajinan dan teknologi pertukangan, IFMAC dan WOOMAC pada tahun 2018 ini menghadirkan teknologi-teknologi dengan kualitas terbaik untuk industri furniture dan kerajinan Indonesia yang sedang berkembang melalui produk-produk siap pakai, mesin, peralatan, dan sistem yang dapat memperkuat industri furniture dan kerajinan Indonesia.

Tahun ini, pameran diikuti lebih dari 300 perusahaan dari 23 negara. Area pameran meningkat 25% dibandingkan tahun lalu. Pameran diikuti oleh peserta-peserta baru dari Finlandia, Denmark, Latvia, Gabon, dan lainnya. IFMAC dan WOODMAC untuk pertama kalinya menerima partisipasi dari 12 perusahaan di bawah Paviliun Jerman.

Perusahaan Jerman yang merupakan pemimpin di industrinya seperti Anthon GmbH Maschinen- und Anlagenbau, Elektronic Wood System GmbH, Fagus-Grecon Greten GmbH & Co Kg, Haberlein GmbH, Hans Weber Maschinenfabrik GmbH, Homag Asia Pte Ltd, Michael Weinig Asia Pte Ltd, Wilhelm Altendorf GmbH & Co. KG dan banyak lagi. Kehadiran grup perusahaan yang memamerkan berbagai keunggulan Jerman akan berdampak positif bagi pengetahuan para pelaku industri Indonesia tentang keunggulan dan kontribusi Jerman di pasar produksi furniture dunia.

Keikutsertaan kelompok-kelompok negara lain seperti Cina, Taiwan dan Perancis juga bersiap untuk menarik lebih dari 13.000 pengunjung dari 40 negara. Masing-masing perusahaan ini membawa kemampuan multi-aplikasi mereka di seluruh rangkaian produk yang dipamerkan.

Dengan kehadiran berbagai perusahaan internasional, para pelaku industri yang berkunjung baik kelas UKM maupun produsen furniture berskala besar dapat mempelajari solusi terkait furniture berkualitas tinggi dari masing-masing negara dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keunggulan daya saing perusahaan asing di pasaran.

Pertukaran pengetahuan ini akan memperkuat industri furniture dalam negeri menjadi lebih dinamis dan selaras dengan perkembangan pasar dunia serta lebih aktif dalam mengukir kemajuannya sendiri guna bersaing secara lebih baik dengan perusahaan-perusahaan internasional.

Menurut Sofianto Widjaja, General Manager PT. Wahana Kemalaniaga Makmur selaku penyelenggara pameran, “Seiring dengan persaingan ketat yang dihadapi oleh industri furniture dan kerajinan kayu Indonesia, peningkatan partisipasi perusahaan internasional dan pemain-pemain besar dalam negeri memungkinkan pertukaran pengetahuan dan adopsi teknologi yang lebih baik dan menguntungkan bagi bisnis furniture yang sedang berkembang di seluruh Indonesia.”

Selain pameran diatur sedemikian rupa untuk memperlihatkan kekuatan warisan Indonesia dalam memproduksi mebel dan kerajinan kayu, pameran juga menghadirkan keramahtamahan dan keterbukaan bisnis Indonesia dalam menemukan kemitraan perdagangan yang saling menguntungkan dengan para pemain furniture internasional.

Fitur baru di IFMAC dan WOODMAC tahun ini adalah Teknologi Komputer, di mana perusahaan seperti Alphacam Southeast Asia, CAD + T Southeast Asia, Pytha Asia / Furnisoft Pte Ltd, Cabinet Vision southeast Asia dan lainnya akan menunjukkan bagaimana industri furniture dapat memiliki kinerja lebih baik dengan sistem yang dibantu komputer, dan akan mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi digital untuk operasi yang lebih sistematis, lebih cepat dan hemat sumber daya.

Para pengunjung dapat merasakan transformasi digital yang banyak dibicarakan melalui penerapan sistem berbasis komputer yang akan meningkatkan sistem produksi di pabrik furniture dan pengerjaan kayu.

Selama pameran juga digelar seminar antara lain seminar kerjasama HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kayu Indonesia) dan Top 100 Selected Machinery (peserta pameran dari China) yang berjudul 'Solusi Teknologi Canggih untuk Memperluas Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia'. Juga seminar dan presentasi teknis lainnya yang disampaikan oleh perusahaan peserta pameran serta asosiasi pendukung lainnya.

Juga ada seminar Furnisoft Pte Ltd (Pytha CadCam) yang berbagi mengenai 'PYTHA 3D-CAD Digital Manufacturing: Desain untuk Produksi' sementara Cabinet Vision Asia menyampaikan kemampuan mereka dalam 'Mengotomasi Proses Manufaktur dari Proyek Desain ke Manufaktur

Untuk mempromosikan teknologi berbasis komputer di antara para desainer furniture dan profesional industri, CAD + TA melakukan penandatanganan kerjasama dengan PIKA dan Universitas Podomoro untuk bersama-sama mengembangkan bakat-bakat muda untuk industri.

Mengingat IFMAC dan WOODMAC menyatukan dari hulu hingga hilir spektrum produksi furniture dan kerajinan yang menyeluruh dalam satu atap, maka pameran ini menjadi penghubung bagi seluruh rantai nilai industri yang mempertemuukan kebutuhan perkakas, fastener dan perangkat keras yang diperlukan dari keseluruhan produksi furniture dan proses produksi.

Peningkatan ini dimungkinkan dengan pameran yang digelar berbarengan antara IFMAC dan WOODMAC, memberikan manfaat berupa one-stop sourcing bagi buyers dan juga pengunjung. INDOFASTENER dan INDOTOOLS & HARDWARE semakin menambah pengetahuan dalam hal kebutuhan fastening, tooling dan perangkat keras yang juga diperlukan selama proses pembuatan furniture atau dapat mendukung aplikasi furniture dan fitur estetika.

Selama pameran empat hari, pengunjung dapat menikmati pameran yang menguntungkan yang memberikan akses langsung ke perusahaan-perusahaan tepercaya dengan produk yang tepat dan dapat mengajukan penawaran khusus untuk memenuhi kebutuhan pengadaan mereka tanpa memandang skala produksinya.

IFMAC & WOODMAC 2018 menyambut baik pengunjung dari kalangan industri maupun perusahaan yang bisnisnya beragam mulai dari komponen furniture dan manufaktur kayu, produksi furniture, kontraktor, arsitek, perancang bangunan komersial dan pengembang perumahan serta para profesional industri terkait lainnya yang mungkin memerlukan mesin atau alat dengan tingkat kinerja lebih baik dan biaya yang lebih rendah. kormen/industry.co.id