Jakarta, 21 Desember 2018 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama dengan Dyandra Promosindo terus mematangkan persiapan ajang pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional, Indonesia International Furniture Expo (IFEX). Sebagai bagian dari sosialisasi menuju IFEX 2019 sekaligus untuk mendapatkan dukungan penuh dari para pelaku industri mebel dan kerajinan Indonesia, HIMKI melakukan roadshow ke beberapa kota yang dikenal sebagai sentra industri mebel dan kerajinan di Indonesia.

Roadshow sosialisasi IFEX 2019 dilakukan pada November 2018 lalu di Bali, Cirebon, Jepara, Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Di tiap kota para pelaku industri kembali menunjukkan antusiasme mereka untuk mendukung kesuksesan IFEX 2019 yang akan berlangsung pada 11 – 14 Maret 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

“Kegiatan roadshow ini merupakan upaya aktif kami untuk mengajak para pelaku industri mebel dan kerajinan Indonesia menunjukkan perkembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia. IFEX telah terbukti menjadi salah satu pameran yang efektif menggaet pengunjung dan buyers luar negeri,” ujar Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan mengikuti pameran IFEX 2019 para pelaku industri di Indonesia memiliki kesempatan untuk memperluas pangsa pasar ekspor mereka.

Soenoto menyatakan pameran IFEX berhasil ikut mendorong pertumbuhan industri mebel dan kerajinan tanah air. Banyaknya buyers luar negeri yang hadir pada pameran IFEX 2018 lalu ikut meningkatkan permintaan akan mebel dan kerajinan Indonesia untuk pasar global. Keunikan desain yang didukung oleh nilai budaya lokal menjadi nilai jual tinggi bagi produk mebel dan kerajinan Indonesia di pasar internasional.

HIMKI mencatat nilai ekspor mebel pada semester pertama 2018 meningkat sebesar 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor mebel Indonesia selain Eropa dan negara Asia lainnya. Pada ajang IFEX 2018, jumlah buyers dari Amerika Serikat merupakan yang kedua terbesar setelah Australia.

IFEX 2019 akan diikuti lebih dari 500 peserta pameran baik dari dalam maupun luar negeri. Para peserta akan menggunakan seluruh hall yang ada di kawasan JIExpo Kemayoran baik Hall A, B, C, D maupun area luar ruang di area sebesar 60.000 sqm. Pihak panitia menargetkan jumlah buyer IFEX 2019 bisa mencapai 12 ribu buyer, baik mancanegara maupun lokal.

“Kami terus melakukan peningkatan layanan dan fasilitas demi memastikan para pengunjung bisa menikmati pameran dengan nyaman. Kami menerima banyak masukan positif dari para pengunjung dan peserta pameran yang sangat membantu kami menentukan aspek-aspek mana yang perlu kami tingkatkan sehingga IFEX dapat menjadi agenda utama kunjungan para buyers untuk pameran furniture di Asia”, ujar Daswar Marpaung, Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo yang menjadi organizer IFEX.

Registrasi Media

Untuk memudahkan para awak media dalam melakukan peliputan IFEX 2019, pihak panitia membuka registrasi media secara online. Media yang ingin meliput IFEX 2019 bisa melakukan registrasi secara daring melalui situs www.ifexindonesia.com. Pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 21 Desember 2018, hingga 1 Maret 2019. Situs tersebut juga menampilkan berbagai informasi terbaru seputar IFEX yang bisa diakses media, peserta dan pengunjung pameran IFEX.

Selain media nasional, IFEX juga diliput oleh media internasional yang ikut membantu menyebarkan informasi mengenai perkembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar global. IFEX sendiri merupakan bagian dari sirkuit pameran mebel dan kerajinan di Asia yang menjadi tujuan wajib bagi para pelaku industri mebel dan furnitur dunia.

“Ke depan, kami akan terus mendorong IFEX untuk menjadi barometer pertumbuhan dan perkembangan industri mebel dan kerajinan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di wilayah regional, bahkan global,” tegas Soenoto. maulana s jaelani